Selasa, 29 Maret 2011

Pemasangan kabel UTP dan konektor RJ-45

PEMASANGAN KABEL UTP DAN KONEKTOR RJ-45


         Kali ini kita akan mencoba memasangkan kabel UTP dengan RJ-45. Terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu kabel UTP dan konektor RJ-45 serta untuk apa pemasangan ke dua benda tersebut.

Mari kita simak…
Untuk dapat menghubungkan komputer kedalam jaringan tentunya diperlukan suatu cara. Cara yang biasa digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih adalah menggunakan kabel yang disebut kabel UTP yang selanjutnya kabel tersebut akan dipasangkan dengan benda yang disebut konektor RJ-45.

Adapun berbagai peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Kabel UTP

 2. konektor RJ-45

3. crimping tool

4. tester

         Yap, tidak perlu memperpanjang muqaddimah kita langsung saja kepada langkah-langkah pemasangan alat-alat tersebut di atas. Chek this out…

         Pertama perlu kita ketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil didalamnya yang memiliki warna yang berbeda. 4 pasang kabel itu adalah:
Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Oranye,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat 
         Pemasangan kabel UTP terbagi dua jenis. (a)Straight Through dan (b)Cross Over. Nah, kita disini menggunakan cara a yaitu Straight Truogh.

Langkah-langkahnya:
  1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel dengan menggunakan climping tool, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
  2.  Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini:
 
                             Untuk Ujung 1 dan ujung 2 Posisi warna kabel sama

             Putih Orange
             Orange
             Putih hijau
             Biru
             Putih Biru
             Hijau
             Putih Coklat
             Coklat
  
      3.     Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan. Tapi sebelum itu  rapikan ujung kabel terlebih dahulu.
       4.   Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem (climping tool) hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
  5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.

6.  Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut.
  7.  Selesai, semoga bermanfaat...

Selasa, 15 Maret 2011

cara membuat daftar gambar

membuat daftar gambar diperlukan langkah-langkah berikut:
1. Posisi gambar (layout/text wrapping) harus pada posisi In line with text. Kalau belum, bisa klik kanan > Text wrapping > In line with text.
2. Setelah semua gambar dalam posisi In line with text, kembali ke gambar pertama. Klik kanan gambar > Insert caption.
3. Supaya labelnya menjadi gambar, klik New label. Ketik Gambar, lalu klik OK.
4. Pilih label Gambar, lalu klik OK.
5. Otomatis di bawah gambar akan muncul Gambar 1. Setelah muncul caption tersebut, ketik identitas gambar setelah angka.
6. Lakukan hal yang sama untuk semua gambar.
Setelah semua selesai, letakkan kursor di bawah daftar isi. Kemudian, pada tab References, grup Insert Caption, klik Insert Table of Figures.
7.Akan ada jendela yang muncul, langsung saja klik OK.


Cara membuat daftar isi

Cara Mudah Membuat Daftar Isi 
 
Untuk membuat daftar isi dengan MS Word yang harus dilakukan pertama kali adalah menyusun rencana seperti apa dokumen yang akan dibuat dengan menggunakan style and formatting (S&F). 
 ada beberapa Style and Formating yang telah tersedia di MS Word seperti Title, Heading 1, Heading 2 dan Heading 3, dengan bermodalkan S&F yang telah tersedia sebuah daftar isi bisa dibuat dengan cepat. Perlu diperhatikan bahwa daftar isi tidak akan bisa dibuat dengan baik apabila S&F tidak dipergunakan dengan baik dalam dokumen, jadi S&F harus direncanakan dan digunakan dari awal.
Oke, kita mulai, kita akan menggunakan S&F yang sudah ada yaitu title, heading 1 dan heading 2 . S&F di MS Word 2003 bisa ditemukan dimenu Format – Style and Formatting maka akan muncul daftar S&F yang ada pada layar sebelah kanan.
Untuk membuat judul cukup ketikkan judul kemudian blok judul tersebut kemudian klik title pada menu S&F yang ada dilayar sebelah kanan, maka otomatis judul yang kita buat berubah menjadi rata tengah, ukuran font berubah dan menjadi tebal.
Untuk sub bab bisa dilakukan dengan cara yang sama, ketik sub babnya kemudian blok sub bab tersebut kemudian klik heading 1, maka sub bab akan berubah ukuran fontnya dan menjadi tebal. Lakukan hal yang sama untuk sub bab yang lainnya. Jika ada sub bab pada level yang lebih dalam bisa menggunakan heading 2 atau heading 3.
Oke, sampai sejauh ini kita sudah menggunakan S&F dengan baik, untuk melakukan preview seperti apa tampilan daftar isi nantinya bisa dilakukan dengan menampilkan menu document map, klik View – Document Map, maka akan terlihat struktur dokumen yang telah dibuat dilayar sebelah kiri.

Oke, sekarang bagaimana membuat daftar isinya?
Untuk membuat daftar isi cukup klik menu Insert – Reference – Index and Tables, pilih tab table of contents kemudian klik ok ^_^, dan jadilah daftar isi , mudahkan membuat daftar isi  .

Nama-Nama Domain Dan sejarahnya

1. Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi
dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi
harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada
penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan
makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana
DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan
performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah
domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama
domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di
analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk
menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer
mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan
ke IP address.

2. Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama
komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web
browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet
dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di
Intranet.

3. Defenisi DNS
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet
memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client
yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name.
Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut
berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan
komputer lainnya.

4. Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi
menjadi beberapa bagian diantaranya:
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan
level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan
periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
- com Organisasi Komersial
- edu Institusi pendidikan atau universitas
- org Organisasi non-profit
- net Networks (backbone Internet)
- gov Organisasi pemerintah non militer
- mil Organisasi pemerintah militer
- num No telpon
- arpa Reverse DNS
- xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain
training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti
client1.training.bujangan.com.
Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1
adalah host name dan detik.com adalah domain name.

5. Bagaimana DNS itu bekerja?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut
dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan
permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local
database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata
permintaan dari client tidak ditemukan.
Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara
memetakan nama komputer (host) ke IP address.

CaRA MemBuaT BLog

  1. Proses pembuatan blog di blogger ini sangat mudah. Yang pertama kita lakukan adalah membuat akun google. Bagi yang sudah memilikinya maka tinggal dimanfaatkan saja. Pembuatan akun google ini sangat penting karena kita akan menggunakannya untuk berbagai keperluan selain membuat blog. Akun google ini nantinya juga akan kita gunakan untuk aplikasi google:
    • Email (gmail)
    • Membuat blog (blogger)
    • Memonitor perkembangan blog (Google Analytics).
  2. Silahkan buka http://www.gmail.com.
  3. Buat Akun baru dengan mengklik "Create an Account", dan ikuti langkah pendaftaran seperti yang sudah biasa Anda lakukan untuk membuat email lain milik Anda.
  4. Setelah selesai silahkan menuju ke alamat ini http://www.blogger.com dan login menggunakan akun google Anda.
  5. Nama pengguna adalah bagian depan alamat email sebelum @gmail.com Anda.
  6. Setelah logged in, klik pada "Ciptakan Blog Anda".
  7. Lanjutkan dengan mengisi Form yang tersedia.
  8. Judul Blog adalah nama yang akan muncul di judul blog saat ada yang mengakses blog Anda. Sedangkan Alamat blog adalah alamat yang akan dituliskan oleh seorang pengunjung saat ingin mengakses blog Anda.
  9. Setelah diisi, klik "Lanjutkan".
  10. Langkah berikutnya adalah memilih Template. Template adalah desain Blog Anda.
  11. Setelah memilih Template, klik "Lanjutkan".
  12. Blog Anda sudah siap dan Anda bisa mulai mengisinya.
  13. Menu posting pertama ini adalah tempat Anda melakukan posting untuk blog Anda. Silahkan diisi dengan judul Posting apa saja untuk membiasakan diri Anda melakukan posting. Setelah itu klik Terbitkan Entry. Anda bisa langsung melihat hasilnya dengan mengetikkan http://namabloganda.blogspot.com.